Container atau yang dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai peti kemas adalah salah satu alat untuk mengemas barang (kargo) yang dapat diangkut dengan mudah menggunakan truk, kapal, atau pesawat terbang. Dari fitur nya yang mempunyai banyak kemudahan transportasi ini, container akhirnya menjadi pilihan utama pengangkutan barang, terutama untuk lintas pulau atau lintas negara.
Keuntungan menggunakan container
- Cost relatif murah
- Lebih aman terhadap produk karena tahan karat dan anti air
- Validasi jauh lebih secure karena menggunakan segel / seal
- Kapasitas cukup besar dan tersedia dalam berbagai ukuran
- Mudah untuk dilacak karena mempunya nomer ID yang unik
Standarisasi ID Container ID Container atau nomor container merupakan salah satu hal yang wajib ada pada sebuah container. Nomor container terdiri dari 4 buah huruf dan 7 buah angka. 3 huruf pertama merupakan kode dari pemilik container, 1 huruf berikutnya merupakan identifikasi untuk kategori container.
Ada 3 buah kategori yang digunakan yaitu:
- U untuk all freight container
- J untuk detachable freight container
- Z untuk trailer 6 angka pertama merupakan serial number
penanda jati diri container dari masing-masing provider. 6 nomor ini merupakan nomor yang unik. Tidak mungkin ada kesamaan. Digit angka terakhir merupakan penanda validasi dari gabungan karakter-karakter sebelumnya. Ada aturan perhitungan untuk menentukan digit terakhir dari sebuah nomor container.
Berikut adalah perumusannya.
Huruf A sampai dengan Z diwakili dengan angka 10, berturut-turut sampai dengan 38, dengan melewatkan angka 11, 22, dan 33. A berarti angka 10, sedangkan Z berarti angka 38. Setelah mengkonversi huruf menjadi angka, kita mendapatkan 10 buah angka. Perhitungan selanjutnya adalah menggunakan rumus 2 pangkat n-1 dimana n merupakan urutan digit nomor container dan mengalikan hasil 2 pangkat n-1 itu dengan angka masing-masing sesuai dengan urutan digitnya. Hasil perkalian itu kemudian dijumlahkan (a) dan dibagi dengan angka 11. Ambil bilangan bulatnya, kemudian kalikan dengan angka 11 (b). Kita mendapatkan 2 bilangan dari (a) dan (b). Hitung selisihnya, itulah yang merupakan digit terakhir dari nomor container.
Sebagai contoh:
HLXU 4079216HLX merupakan kode dari Hapag Lloyd, sedangkan U menunjukkan bahwa container tersebut merupakan freight container. 6 angka pertama adalah nomer unik dari Hapag. Sedangkan angka 6 didapatkan dengan cara perhitungan sebagai berikut :
- Step 1:
H = 18, L =23, X = 36, U = 32
- Step 2:
(18x1) + (23x2) + (36x4) + (32x8) + (4x16) +(0x32) + (7x64) + (9x128) + (2x256) + (1x512) = 3152 (a)
- Step 3:
3152 / 11 = 286.5455 berarti pembulatannya adalah 286 x 11 = 3146 (b)
3152 - 3146 = 6. Didapatkan digit terakhir adalah angka 6
Berdasarkan jenis containernya, container antara lain dibedakan menjadi:
- Dry Steel
Merupakan jenis container biasa, dengan 6 sisi tertutup. Hanya dapat dibuka melalui pintu bagian belakang. Container ini biasa digunakan untuk membawa barang-barang, terutama yang sudah dipackaging rapi dalam bentuk box. Jenis container ini merupakan jenis container yang paling banyak digunaka di dunia.
- Reefer
Merupakan jenis container yang dilengkapi dengan pendingin (refrigerator) dengan pengatur suhu antara -25oC hingga 25Oc
- Platform
Platform adalah container tanpa dinding dan atap. Hanya mempunyai alas saja sebagai tempat membawa barang. Biasa digunakan untuk membawa drum product, crate, dan mesin
- Open Top
Merupakan jenis container yang bagian atap nya terbuka. Biasa digunakan untuk membawa mesin beratdan mineral
- Open Side
Adalah jenis container yang bagian samping nya (dinding kanan dan kir) terbuka. Biasa digunakanuntuk membawa barang dengan ukuran lebar pallet yang diatas standar.Sampai saat ini, fungsi container masih belum dapat tergantikan dengan alat angkut apapun, terutama untuk tujuan goods movement lintas pulau dan lintas negara. Salah satu kelemahan dari penggunaan
Ukuran Uontainer
Container dibedakan menurut ukuran (dimensi) dan jenis containernya. Keduanya merupakan gabungan kombinasi. Ada 3 jenis ukuran container yang lazim digunakan, yaitu 20', 40' dan 45'.Ketiganya tersedia dalam2 jenis, yaitu standar dan high cube. Perbedaan antara standart dan high cube adalah pada tinggi container. Container high cube mempunyai dimensi tinggi yang lebih daripada container standar, yaitu 9'6" atau sekitar 2.896 m, dibandingkan dengan tinggi container standar, yaitu8'6" (2.591m). Biasa untuk container jenis high cube memiliki tanda berupa garis-garis miring dengan warna mencolok di atas pintunya. Ketiga container tersebut memiliki perbedaan pada panjang dimensi panjangnya, yaitu 20' (6.096 m), 40' (12.192 m), dan 45' (13.716 m). Ketiganya memiliki lebar yang sama, yaitu 8' atau sekitar 2.438 m. Semua ukuran tersebut adalah ukuran exteriornya atau bagian luar